Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon atau kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.
Dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi salah satu cara mendapatkan informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sumber berita. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan wartawan yang bersangkutan.
Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya dilaksanakan atas kehendak sumber berita.
Bentuk-bentuk wawancara antara lain:
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Juni 2012
Perkenalan Animasi
Animasi, atau lebih akrab
disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan
sehingga menjadi gambar
yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar
kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar
bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika
komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat.
Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi
daripada film animasi 2 dimensi.
Rabu, 13 Juni 2012
Tahap Praproduksi di dalam Pembuatan Film
Praproduksi adalah salah satu tahap dalam proses pembuatan film. Pada tahap ini dilakukan sejumlah persiapan pembuatan film, diantaranya meliputi penulisan naskah skenario, menentukan jadwal pengambilan gambar, mencari lokasi, menyusun anggaran biaya, mencari atau mengaudisi calon pemeran, mengurus perizinan, menentukan staf dan kru produksi, mengurus penyewaan peralatan produksi film, dan juga persiapan produksi, pasca-produksi serta persiapan-persiapan lainnya:
1. Interpretasi Skenario (script conference):
a. Analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur dramatik, penyajian informasi, dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan tujuan artistik film.
b. Hasil analisa didiskusikan dengan semua Kepala Departemen (sinematografi, artistik, suara, editing) dan Produser untuk merumuskan konsep penyutradaraan film.
Pentingnya Ide dan Konsep di dalam Pembuatan Film
Sebuah film yang berdasarkan pada keadaan sesungguhnya atau realita sering kita sebut sebagai sebuah karya film ber-genre dokumenter. Kehidupan sosial, politik, dan budaya merupakan sumber inspirasi untuk pembuatan sebuah film dokumenter yang tak akan pernah habis. Untuk membuat konsep serta memasukkan realita kehidupan nyata kedalam visual tidaklah mudah seperti halnya membuat film yang bertema fiksi. Pembuat film dokumenter haruslah mempunyai kepekaan tinggi terhadap apa yang ia dengar, lihat, dan rasakan. Sumber ide dan konsep seperti buku, realita kehidupan sekitar, interaksi dengan orang-orang dari semua lapisan harus bisa diserap sebanyak mungkin.
Minggu, 10 Juni 2012
Bentuk Penulisan Feature
Feature
adalah tulisan factual mengenai suatu gagasan, kejadian, situasi atau manusia
yang menarik bagi pembaca. Feature ditulis dengan gaya ringan, berdaya khayal
dan dapat bermuatan kuat unsur manusia. Bentuk-bentuk penulisan dalam feature:
1. Narration:
Narasi ialah bentuk penulisan berupa penuturan cerita pengalaman seseorang. Narasi
sering muncul dalam nonfiksi dalam bentuk anekdot, yaitu kisah ringkas
pengalaman yang membekas dalam benak manusia yang bersangkutan. Ciri-ciri bentuk
tulisan narasi ialah adanya pemakaian kata kerja kuat untuk menceritakan tindak
tanduk orang.
Jenis-Jenis Feature
Berdasarkan
sifat isinya feature dibedakan menjadi:
a.
Bright:
Bright
adalah tulisan pendek yang kaya akan muatan human interest, biasanya bercerita
tentang suatu kejadian dan dapat ditulis sangat pendek, antara 100 kata dan 250
kata.
Jumat, 08 Juni 2012
Unsur Pokok dan Kualitas dalam Berita
“Firman”
pertama dalam jurnalistik berbunyi “reporter harus menjawab pertanyaan ‘apa’, ‘siapa’,
di mana’, ‘kapan’, ‘kenapa’ dan ‘bagaimana dalam laporan yang ia tlis. Yang sering
dirumuskan 5W + 1H. Berita yang lengkap harus menjawab keenam pertanyaan pokok
itu.
Kenyataan
yang dilaporkan berita hendaklah ditulis dengan baik, dalam arti baik isi berita
itu mampun teknis penyajiannya. Dalam hal menguji kualitas berita,
perhatikanlah hal-hal berikut ini:
1. Melaporkan
fakta mutakhir.
Motivasi Menjadi Seorang Penulis
Selain
untuk menyalurkan hobi dan menyampaikan aspirasi seperi orang terdahulu, Irving
Rosenthal dan Morton Yarmon (The Art of Writing Made Simple)
mengatakan bahwa motivasi sesorang menjadi penlis juga karena ingin
meninggalkan warisan bagi keturunannya tidak berupa uang dan hanya mengejar
ketenaran melainkan berupa karya tulis.
Untuk
menjadi penulis, menurut Peter Heshall dan David Ingram (The News Manual), motivasi saja tidak cukup untuk mejadi penulis
yang handal, tetapi juga harus:
a. Mempunyai
ketertarikan pada keadaan sekelilngnya.
Cara Membuat Tulisan yang Menarik Pembaca
Untuk
memikat pembaca maka seorang penulis harus mempunyai sesuatu yang berbeda dari
penulis lain yaitu teknik menulis. Salah satu hal yang penting dalam teknik
menulis ialah menggayakan tulisan.
Ada beberapa macam cara untuk itu, antara lain:
a.
Cara
menyusun tulisan:
Suatu
tulisan dapat disusun secara kronologis, piramida terbalik, kilas balik
(delayed drop) dll.
b.
Merangsang
rasa kepanasaran:
Teknik
menyusun tulisan dengan delayed drop dan delayed-delayed drop juga merupakan
upaya untuk merangsang rasa penasaran pembaca. Untuk penulis berita biasanya
menggunakan piramida terbalik agar pembaca segera mengetahui masalah peristiwa
yang terpenting.
c.
Gaya
tulisan:
Sejak
zaman dulu, 1930-an para wartawan senantiasa berusaha membuat tulisan yang lain
daripada yang biasa. Maka bermunculan istilah penulisan jurnalistik, ada yang
disebut interpretative reporting,
investigative reporting, precision journalism, gonzo journalism, new
journalism, etc.
Dengan menggayakan tulisan
dimaksudkan untuk:
1.
Memperjelas:
Suatu
pernyataan atau pendapat akan lebih jelas damn lebih tergambar bagi pembaca
bila kita menyertakan ilustrasi, contoh, perbandingan, bukti, atau keterangan
pendukung lainnya.
Kamis, 07 Juni 2012
Nilai Berita dan Faktor Penentu Nilai Berita
Teori
berita mengajarkan bahwa suatu peristiwa ataupun masalah akan memiliki nilai
berita (news values) jika peristiwa
atau masalah itu bermakna penting bagi publik atau jika peristiwa tersebut
menarik bagi khalayak. Kejadian atau masalah akan dinilai penting oleh khalayak
jika di dalam baik kejadian maupun masalah itu terlibat kepentingan orang
banyak. Peristiwa akan dinilai akan menarik oleh publik jika dengan mengetahui
kejadian itu orang merasa bahwa rasa ingin tahunya terpuaskan, walau di dalam
kejadian itu tidak terlibat kepentingan umum.
Nilai
penting suatu peristiwa ataupun masalah akan dipandang oleh orang per orang
atau kelompok per kelompok, dalam tingkat yang berbeda-beda. Begitu pula dengan
daya tarik suatu kejadian.
Perbedaan
dalam melihat news values disebabkan oleh beberapa factor, yaitu:
a. Akibat
Nilai
berita dapat dikatakan tinggi atau rendah dengan melihat akibat yang
ditimbulkan peristiwa atau masalah yang dijadikan berita. Makin langsung akibat
itu dirasakan seseorang atau oleh sekelompok orang, makin tinggi nilai berita
peristiwa atau masalah itu bagi orang tersebut. Makin luas masyarakat yang
merasakan akibat tersebut maka makin tinggi news
values peristiwa tersebut.
Struktur Tulisan
Suatu
tulisan pada dasarnya terdiri atas:
a.
Judul
Judul
terdiri atas:
1. Tag-line
atau kicker:
Adalah judul kecil yang
letaknya paling atas dan berfungsi sebagai pemicu atau pembangkit. Untuk itu
yang menjadi daya tarik ialah nama orang terkenal atau kasus yang sedang ramai
dibicarakan.
Rabu, 06 Juni 2012
Tulisan yang Berisi dan Berbobot
Seorang
wartawan dikatakan berhasil jika memenuhi persyaratannya, yaitu dapat
dipercaya, kritis dan gigih.
Di dalam kerjanya wartawan diwajibkan kritis karena untuk mencari
informasi yang lebih vallit dan dapat dipercaya akan kebenarannya. Untuk
mencari kebenaran yang paling vallit seorag wartawan juga harus mempunyai inisiatif sendiri untuk mendapatkan hal
itu. Dan bahkan untuk mendapatkan nama, maka seorang wartawan juga haru bisa
membuat berita yang eksklusif, yang
informasinya tidak ada di Koran atau media lain.
Dengan
cara mecari tulisan seperti itu dimungkinkan akan meghasilkan tulisan yag
berbobot. Semua itu bisa dilihat dari isinya yang:
1. Informatif.
Informasi yang disampaikan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan pembaca.
Langganan:
Postingan (Atom)