Halaman

Kamis, 07 Juni 2012

Kendala Berkomunikasi Antar Budaya yang Berbeda


Upaya untuk menjalin komunikasi yang efektif antara dua kelompok budaya yang berbeda bukan merupakan persoalan yang mudah. Terdapat kendala-kendala yang dapat menghabat jalannya komunikasi tersebut. Kendala yang dimaksud adalah bahasa, perbedaan nilai, dan perbedaan pola perilaku kultural (Lewis & Slade, 1994). Kendala bahasa merupakan kendala yang mudah diatasi karena bahasa dapat dipelajari. Jika salah satu pihak berkenan untuk mempelajari bahasa pihak lain maka persoalan tersebut bisa diatasi.
Perbedaan nilai merupakan hambatan yang lebih sulit manakala dua orang dari budaya yang berbeda berinteraksi, maka perbedaan tersebut cenderung menghambat tercapainya kesepakatan rasional mengenai isu-isu penting. Sedangkan perbedaan pola-pola perilaku cultural menghambat orang sulit untuk mengapresiasi kebiasaan-kebiasaan budaya lain.
Selain itu ada empat faktor penghambat lainnya yang melekat pada setiap kelompok, yaitu:
a.      Etnosentrisme:
Adalah tingkatan ketika individu-individu menilai budaya-budaya orang lain lebih rendah dari pada budaya-budaya mereka.
b.      Stereotip:
Adalah generalisasi tentang beberapa kelompok orang dengan sangat menyederhanakan realitas. Lippman (1936) mengatakan bahwa stereotip mengacu pada “gambaran dalam kepala kita”. Stereotip terdiri atas dua unsur, yaitu: kognitif dan afektif.
c.       Prasangka:
Adalah penilaian yang tidak didasarkan pada pegetahuan yang sahih atau pengujian terhadap informasi yang tersedia.
d.      Diskriminasi:
Adalah tindakan membeda-bedakan individu-individu berdasarkan suku, agama, keyakinan politik atau preferensi gender (Samovar, 1981).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar