Halaman

Minggu, 10 Juni 2012

Teknik Wawancara


Wawancara ialah tanya jawab antara wartawan dan orang terkemuka atau nara sumber, interviu (kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminto 1976). Sasaranatau tujuan wawancara ialah untuk memeroleh apa yang anda ingin ketahui dari pihak yang diwawancara (S.M. Ali dalam Waratwan Asia 1987 h. 182.
Hal-hal yang perlu yang dipersiapkan sebelum melakukan wawancara:
1.      Kenali topik. Bacalah kliping, makalah atau dokumen yang relevan dengan topik.
2.      Tetapkan apa yang ingin anda ketahui dan susunlah kerangka pertanyaan-pertanyaannya.
Kerangka (outline) merupakan penjabaran topik. Topik diuraikan menjadi sejumlah sudut tekanan (angles) dan setiap sudut tekanan dikembangkan menjadi pertanyaaan. Teknik kerangka membantu anda menyusun wawancara dengan teratur dan berpikiran jelas. Kerangka berfungi untuk menetapkan angle apa yang patut masuk dalam wawancara, kemudian mengembangkan pertanyaan dalam cangkupan angle tersebut.
Butir pedoman berwawancara:
1.      Kuasai latar belakang masalah pokok (kenali topik).
2.      Tetapkan apa yang ingin anda ketahui(susun daftar angle).
3.      Hindari adu pendapat. Anda berwawancara untuk mencari keterangan bukan untuk bertukar pendapat, apalagi berargumentasi.
4.      Bila mencatat berilah tanda bintang pada keterangan penting. Ini membantu anda saat menulis laporan dengan cepat.
5.      Pastikan kelengkapan hasil wawancara. Pada akhir wawancara, tanyakan pada nara sumber apakah ada hal relevan lain yang belum tercakup.
Etika berwawancara:
a.       Identifikasi diri dengan menyebut nama diri dan nama organisasi anda untuk wawancara resmi.
b.      Jelaskan maksud wawancara.
c.       Bila membuat janji, dating tepat pada waktu yang dijanjikan.
d.      Off the record: hormati permintaan nara sumber bila suatu keterangan diminta untuk tidak disiarkan.
e.       Atribusi sumber: hormati permintaan nara sumber bila ama dan kedudukannya tidak ingin disebut.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah seorang wartawan harus bisa mengajukan pertanyaan yang tepat. Hal itu dikarenakan sebuah pertanyaan yang teat akan menghasilkan jawaban yang memuaskan, bermakna dan bernilai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar