Halaman

Kamis, 07 Juni 2012

Nilai Berita dan Faktor Penentu Nilai Berita


Teori berita mengajarkan bahwa suatu peristiwa ataupun masalah akan memiliki nilai berita (news values) jika peristiwa atau masalah itu bermakna penting bagi publik atau jika peristiwa tersebut menarik bagi khalayak. Kejadian atau masalah akan dinilai penting oleh khalayak jika di dalam baik kejadian maupun masalah itu terlibat kepentingan orang banyak. Peristiwa akan dinilai akan menarik oleh publik jika dengan mengetahui kejadian itu orang merasa bahwa rasa ingin tahunya terpuaskan, walau di dalam kejadian itu tidak terlibat kepentingan umum.
Nilai penting suatu peristiwa ataupun masalah akan dipandang oleh orang per orang atau kelompok per kelompok, dalam tingkat yang berbeda-beda. Begitu pula dengan daya tarik suatu kejadian.
Perbedaan dalam melihat news values disebabkan oleh beberapa factor, yaitu:
a.       Akibat
Nilai berita dapat dikatakan tinggi atau rendah dengan melihat akibat yang ditimbulkan peristiwa atau masalah yang dijadikan berita. Makin langsung akibat itu dirasakan seseorang atau oleh sekelompok orang, makin tinggi nilai berita peristiwa atau masalah itu bagi orang tersebut. Makin luas masyarakat yang merasakan akibat tersebut maka makin tinggi news values peristiwa tersebut.
b.      Jarak
1.      Geografis
2.      Psikologis
c.       Prominence (ketermukaan, menonjol, tenar)
Kejadian atau masalah layak menjadi berita bila di dalamnya terlibat tokoh, benda atau tempat yang bersifat menonjol atau popular.
d.      Drama
Kejadian dramatis memiliki nilai berita yang lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian yang berlangsung agak biasaa-biasa saja karena mengandung daya tarik yang tinggi.
e.       Konflik
Manusia senantiasa punya perhatian dan selalu ingin tahu jika ada konflik di sekitar dia. Konflik selalu mempunyai daya tarik untuk didengar, dilihat, atau diketahui walau sebagian di antaranya menakutkan.
f.       Keanehan
Hal-hal yang di luar kewajaran, aneh atau unik memiliki news values yang tinggi.
g.      Kebaruan: Kemajuan atau kemunduran
Pemahaman orang tentang berita yang mengatakan “kabar buruk adalah berita yang baik: hingga kini tetap berlaku. Akan tetapi, sekarang, kabar baik juga bissa menjadi berita yang bagus.
h.      Nasib manusia
Manusia adalah makhluk sosial. Ia memiliki naluri untuk memperhatikan manusia lainnya, baik berupa nasib baik dan terbih-lebih nasib buruk, dan semuanya pun sekarang menjadi berita yang mempunyai news values yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar